Pages

Subscribe:

Labels

Tampilkan postingan dengan label Computer. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Computer. Tampilkan semua postingan

Installasi Windows menggunakan USB FlashDisk

Installasi windows menggunakan USB FlashDisk , buat teknisi warnet sih ada untungnya menggunakan FlashDisk menjadi media untuk installasi komputer, ketimbang beli DvD Rom mahal² mending beli flashdisk 2gb yang harganya cukup terjangkau

Siapin bahan² berikut happy

1. FlashDisk , min 1gb .
2. CD Installer Windows .
3. PeToUSB dan usb_prep8

Pertama, masukin cd windows ke DvD rom ato cd rom kalian .
Kedua, buka folder dimana kalian menaruh File PeToUSB nya.


Ketiga, run usb_prep8.cmd nanti akan muncul seperti berikut :

Pilih USB mana yang akan di format, lalu klik start
kalau sudah proses format, pilih close

maka akan muncul seperti gambar berikut

Masukkan angka “1” lalu enter
Pilih di data mana CD windows anda berada

Lalu, masukkan angka “3“

kalau FlashDisk nya di F: , tinggal anda masukkan F: lalu enter

kalau sudah, tinggal proses peng-copy’an dari CD windows kalian ke FlashDisk
pilih angka “4” lalu enter

Selama proses berjalan ada permintaan “Yes/No” , pilih Yes semua..
sampai prosesnya selesai .


Sumber : http://biangrusuh.web.id/.exe=78

Setting Mikrotik Wireless Bridge

Sering kali, kita ingin menggunakan Mikrotik Wireless untuk solusi point to point dengan mode jaringan bridge (bukan routing). Namun, Mikrotik RouterOS sendiri didesain bekerja dengan sangat baik pada mode routing. Kita perlu melakukan beberapa hal supaya link wireless kita bisa bekerja untuk mode bridge.

Mode bridge memungkinkan network yang satu tergabung dengan network di sisi satunya secara transparan, tanpa perlu melalui routing, sehingga mesin yang ada di network yang satu bisa memiliki IP Address yang berada dalam 1 subnet yang sama dengan sisi lainnya.

Namun, jika jaringan wireless kita sudah cukup besar, mode bridge ini akan membuat traffic wireless meningkat, mengingat akan ada banyak traffic broadcast dari network yang satu ke network lainnya. Untuk jaringan yang sudah cukup besar, saya menyarankan penggunaan mode routing.
Berikut ini adalah diagram network yang akan kita set.



Konfigurasi Pada Access Point

1.Buatlah sebuah interface bridge yang baru, berilah nama bridge1



2.Masukkan ethernet ke dalam interface bridge



3.Masukkan IP Address pada interface bridge1




4.Selanjutnya adalah setting wireless interface. Kliklah pada menu Wireless (1), pilihlah tab interface (2) lalu double click pada nama interface wireless yang akan digunakan (3). Pilihlah mode AP-bridge (4), tentukanlah ssid (5), band 2.4GHz-B/G (6), dan frekuensi yang akan digunakan (7). Jangan lupa mengaktifkan default authenticated (8) dan default forward (9). Lalu aktifkankanlah interface wireless (10) dan klik OK (11).



5.Berikutnya adalah konfigurasi WDS pada wireless interface yang digunakan. Bukalah kembali konfigurasi wireless seperti langkah di atas, pilihlah tab WDS (1). Tentukanlah WDS Mode dynamic (2) dan pilihlah bridge interface untuk WDS ini (3). Lalu tekan tombol OK.



6.Langkah selanjutnya adalah menambahkan virtual interface WDS. Tambahkan interface WDS baru seperti pada gambar, lalu pilihlah interface wireless yang kita gunakan untuk WDS ini. Lalu tekan OK.



7.Jika WDS telah ditambahkan, maka akan tampak interface WDS baru seperti pada gambar di bawah.



Konfigurasi pada Wireless Station

Konfigurasi pada wireless station hampir sama dengan langkah-langkah di atas, kecuali pada langkah memasukkan IP Address dan konfigurasi wirelessnya. Pada konfigurasi station, mode yang digunakan adalah station-wds, frekuensi tidak perlu ditentukan, namun harus menentukan scan-list di mana frekuensi pada access point masuk dalam scan list ini. Misalnya pada access point kita menentukan frekuensi 2412, maka tuliskanlah scan-list 2400-2500.



Pengecekan link

Jika link wireless yang kita buat sudah bekerja dengan baik, maka pada menu wireless, akan muncul status R (lihat gambar di bawah).



Selain itu, mac-address dari wireless yang terkoneksi juga bisa dilihat pada jendela registration (lihat gambar di bawah).



Konfigurasi keamanan jaringan wireless

Pada Mikrotik, cara paling mudah untuk menjaga keamanan jaringan adalah dengan mendaftarkan mac-address wireless pasangan pada access list. Hal ini harus dilakukan pada sisi access point maupun pada sisi client. Jika penginputan access-list telah dilakukan, maka matikanlah fitur default authenticated pada wireless, maka wireless lain yang mac addressnya tidak terdaftar tidak akan bisa terkoneksi ke jaringan kita.

Jika kita menginginkan fitur keamanan yang lebih baik, kita juga bisa menggunakan enkripsi baik WEP maupun WPA.

Perintah Dasar Linux

Apabila kita menggunakan console ada beberapa perintah dasar yang digunakan untuk menggunakan console tersebut yaitu :

a) ls , adalah perintah untuk menampilkan isi direktori ada beberapa variasi dari ls yaitu :
ls menampilkan isi direktori
ls -r menampilkan direktori dan isinya
ls -m menampilkan file dengan koma sebagai pembagi
ls -a menampilkan file dan file yang tersembunyi
ls *.txt menampilkan file dengan ekstensi
ls - -colour menampilkan file dan direkstori dengan perbedaan warna.

b) cd digunakan untuk pindah direktori,
cd [tempat yang dituju]

c) find adalah perintah mencari file,
find [direktori] [opsi] [aksi]

d) rm, adalah perintah menghapus file
rm [file yang dihapus]

e) cp, adalah perintah menyalin file dan direktori
cp [file sumber] [file_target/ direktori]

f) mv, adalah perintah mengganti nama file dan memindahkan file
mengganti file mv [filesumber] [file target] dalam satu direktori
memindahkan file mv [file sumber] [direktori target]

g) mkdir, adalah perintah untuk membuat direktori
mkdir [nama direktori]

h) tar adalah perintah untuk kompresi dan ekstrak file dengan format .tar
tar [opsi] [namafile]
untuk mengkompresi file dengan perintah
tar cvf [namafile.tar]
untuk mengekstrak file dengan perintah
tar xvf [namafile.tar]

i) gzip, adalah perintah mengkompres file dengan format .zip
gzip [namafile.zip]

j) gunzip, adalah perintah mengekstrak file dengan format .zip
gunzip [namafile.zip]

k) who am i, adalah perintah untuk mengetahui siapa kita user atau super user
who am i

l) whereis, mencari tahu keberadaan file - file tertentu misal kernel, .conf dll.
whereis [namafile]
m) chmod, digunakan untuk merubah hak akses terhadap suatu file
chmod [siapa_aksi_akses] [file]
siapa = u(user)/pemilik, g(group)/ group, o(other)/yang lain
aksi = + (memberikan izin), - (menghapus izin)
akses = r (read)/ baca, w(write)/baca, x(execute)
contoh : chmod u+x nama file
selain dengan cara diatas bisa juga dilakukan dengan cara penulisan oktal dan binary.
Oktal Binary Hak akses
0 0 0 0 - - -
1 0 0 1 - - x
2 0 1 0 - w -
3 0 11 - w x
4 1 0 0 r - -
5 1 0 1 r - x
6 11 0 r w -
7 11 1 r w x

Contoh , chmod 700 [nama file], maka seperti pada format sebelumnya

chmod User Group Other maka
User diberi hak akses 7 yaitu r w x
Group diberi hak akses 0 berarti - - -
dan Other diberi hak akses 0 berarti - - -
n) mount, digunakan untuk mengakses file sistem tidak seperti pada windows linux menganggap sebuah file sistem sebagai direktori sehingga perlu dilakukan mounting.
Biasanya mounting file sistem diletakkan pada /mnt maka sebelumnya harus dibuat terlebih dahulu direktorinya di /mnt dengan perintah mkdir /mnt/floppy misal untuk direktori floppy, mkdir /mnt/win_c misal untuk direktori drive c windows selanjutnya adalah melakukan mounting namun sebelum itu kita harus melihat drive apa saja yang ada dengan perintah df dengan perintah ini kita bisa mengetahui apa nama file sistem yang ada misal yang ada adalah /dev/hdb berarti /dev adalah device /hdb berarti cd rom
/dev/hda artinya adalah /hda merupakan partisi dari hard disk, dlinux tidak mengenal drive c,d,e seperti pada windows tapi diberi nomor, hda1, hda5, hda6, sda (biasanya flashdisk). Selanjutnya untuk mengaktifkan partisi harddisk dengan file sistem FAT dengan perintah

mount -t vfat /dev/hda1 /mnt/win_c, mengaktifkan cdrom
mount /dev/hdb /mnt/cdrom, mengaktifkan partisi windows NTFS
mount -t vntfs /dev/hda5 /mnt/win_d
dalam melakukan mounting perlu dilakukan dengan hati-hati dikarenakan apabila melakukan kesalahan maka bisa menghapus sebuah partisi atau file sistem dan tidak dapat dikembalikan, namun tidak perlu khawatir distro linux sekarang lebih safe dikarenakan proses mounting dilakukan secara otomatis.
o) umount, adalah menonaktifkan device atau file sistem yang telah di mounting dengan perintah

umount [nama direktori]
contoh : umount /mnt/win_c berarti menonaktifkan direktori win_c.

Pada dasarnya perintah- perintah diatas adalah perintah dasar yang sering digunakan didalam linux namun masih banyak lagi perintah-perintah yang lainnya yang perlu di beri catatan bahwa dalam menuliskan perintah dan nama file sangat sensitif dikarenakan di dalam linux penulisan huruf kecil dan huruf besar berbeda sehingga perlu diperhatikan dalam menuliskan perintah.